Cara dan tehnik menanam cabe rawit
https://forwardsnews.blogspot.com/2017/10/cara-dan-tehnik-menanam-cabe-rawit.html
Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 –
70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga
atau zig-zag. Pembuatan lubang tanam sedalam 8 sampai 10 cm dilakukan bersamaan dengan
pembuatan lubang pada mulsa yang berpedoman pada pola yang dipakai dan
sesuai jarak tanam yang dianjurkan .
Pembuatan lubang pada mulsa dapat juga menggunakan system pemanasan dengan menggunakan kaleng dengan diameter kurang lebih 8 – 10 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara menugal tanah sedalam 8 – 10 cm.
Bibit cabe rawit dipersemaian yang telah berumur 15 – 17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan fungisida dan insektisida 1 – 3 hari sebelum dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam.
Seleksi dan pengelompokan bibit berdasarkan ukuran besar kecil dan kesehatanya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pada saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan media tidak pecah dan langsung dimasukkan pada lubang tanam. Kemudian lakukan pemasangan lanjaran atau ajir, dipasang di samping lubang tanam.
Pemeliharaan Tanaman cabe rawit
Setelah tanaman cabe rawit berumur 7 – 14 hari , tanaman yang tidak
dapat tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan
bibit yang masih ada di persemaian.
Jika pada lubang tanam tumbuh gulma, maka perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut . Pengendalian gulma perlu dilakukan pada gulma yang tumbuh di parit dengan menggunakan cangkul atau dengan herbisida Rambo 480AS. Pada saat aplikasi nozelnya perlu diberi sungkup agar semprotan herbisida tidak mengenai tanaman cabe.
Pewiwilan perlu dilakukan pada tunas yang tumbuh pada ketiak yang berada dibawah cabang utama dan bunga pertama yang muncul pada cabang utama. Pewiwilan ini dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal.
Pengikatan dilakukan saat tanaman umur 10 – 15 hst dengan mengikatkan batang yang berada dibawah cabang utama dengan tali plastic pada lanjaran atau ajir. Pada saat tanaman berumur 30 – 40 hst, ikat tanaman diatas cabang utama dan ikat juga pada saat pembesaran buah yaitu pada umur 50 -60 hst.
Teknik pemupukan tanaman cabe rawit
Untuk memacu pertumbuhan tanaman cabe rawit, dianjurkan untuk melakukan
pengocoran mulai umur 7 sampai 60 hst dengan NPK Grand S-15 konsentrasi 7
gram per liter sebanyak 250 cc pertanaman dengan interval 7 hari .
Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 gram per
liter. Pada saat tanaman berumur 30 hst, pemupukan susulan pertama
dilakukan dengan memberikan campuran pupuk NPK Grand S-15 150 kg/Ha dan
Urea 40 Kg/Ha. Pemupukan dilakukan dengan cara melubangai mulsa dan
menugal pada sisi tanaman dengan jarak 15 cm.
Selain tanaman dikocor, dianjurkan juga disemprot dengan pupuk daun Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2 – 5 gram / liter air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7 – 15 hari. Pupuk susulan kedua dilakukan saat tanaman berumur 40 hst dengan memberikan pupuk NPK Grand S-15 300 kg / Ha.
Pada saat tanaman berumur 50 hst, pupuk susulan ke tiga dilakukan dengan
memberikan pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 350 kg/Ha. Untuk memacu
pertumbuhan bunga dan buah, dianjurkan untuk dilakukan penyemprotan
dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau
dengan Pupuk Mikro Fitomic . Konsentrasi untuk Fitomic adalah 1,5 – 2,5
cc / liter dengan interval pemberian 10 – 15 hari.
Pemupukan susulan ke empat dilakukan saat tanaman berumur 60 hst. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK Grand S-15 dengan dosis 200 Kg/Ha.
Teknik Pengairan tanaman Cabe rawit
Pengairan tanaman cabe rawit dilakukan setiap 7 – 10 hari atau
tergantung kondisi lahan dengan cara menggenangi atau leb. Pada waktu
pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar
tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman.
Baca juga :